Match Report : Real Mataram FC 1 – 2 Minangkabau FC

Real Mataram FC harus menerima pil pahit dalam pertandingan terakhir putaran pertama Liga Primer Indonesia setelah dipermalukan Minangkabau FC 1-2 di stadion Mandala Krida, Yogyakarta [14/05/2011]. Bertanding dihadapan pendukung sendiri, Real Mataram FC terlambat panas dan harus tertinggal 2-0 di babak pertama melalui gol Maurito Mauro di menit 5 dan bunuh diri Dedik Susanto menit 39. Di babak kedua Bisri cs sempat bangkit dengan melesakkan satu gol melalui Ryung Thae Phyo pada menit 79. Namun hingga peluit akhir pertandingan skor tetap 1-2 untuk keunggulan Minangkabau FC.

Pada pertandingan sore hari ini, absennya Cristian Febre di jantung pertahanan Real Mataram sangat berpengaruh. Beberapa kali penyerang Minangkabau FC dengan mudah mampu memberikan ancaman ke gawang Real Mataram yang dijaga oleh Santoso. Dengan kekalahan ini menggagalkan usaha Real Mataram untuk mendongkrak posisi mereka di klasemen Liga Primer Indonesia. Saat ini pasukan Jose Basulado masih terpaku pada posisi 15 dengan 16 angka.

Jalannya Pertandingan

Pada awal babak pertama Minangkabau FC berhasil mengusai pertandingan. Dengan dimotori pemain timnas Angola, Maurito Mauro lini depan Minangkabau FC mampu merepotkan pertahanan Real Mataram. Dan Minangkabau FC mampu unggul cepat pada menit ke 5. Memanfaatkan tendangan penjuru, Maurito Mauro dengan sontekan kaki kanan mampu memperdaya Santoso untuk memberikan keunggulan 1-0 bagi tim tamu.

Satu menit berselang setelah gol Maurito, Real Mataram mencoba membalas. Diawali aksi Zainal Abidin di tengah lapangan diakhiri dengan umpan tumit ke arah Ali Machrus yang sedang berlari ke sisi kanan. Nama terkahir kemudian melepaskan umpan silang ke muka gawang, sayang Reza Aditya terlambat menyambut umpan tersebut sehingga kiper Agus Murod dengan mudah dapat mengamankannya.

Minangkabau terus menekan, menit ke 8 sebuah umpan silang dari sisi kanan oleh Rizal Tomagola berhasil disambut dengan sontekan ringan Juninho yang masih dapat diantisipasi oleh santoso.

Pada menit ke 14, pemain Minangkabau FC, Juninho sempat mengoyak gawang Santoso, namun saat melakukan sundulan sang pemain telah berada pada posisi offside. Skorpun tetap 1-0 untuk keunggulan Minangkabau FC.

Terlihat pada babak pertama ini, permainan Real Mataram kurang berkembang dan lebih banyak menerima tekanan dari tim tamu. Namun demikian Fernando Soler cs sempat beberapa kali menghasilkan peluang diantaranya melalui Reza Aditya pada menit 17. Mendapatkan umpan dari lini tengah Reza bergerak ke kotak pinalti lawan. Namun sayang tendangannya masih mampu diblok oleh Milan Susak.

Pada menit 28, Minangkabau FC mendapatkan peluang emas. Berawal dari umpan terobosan Mario Karlovic ke jantung pertahanan Real Mataram. Akibat ditinggalkan Nandri Eka membuat sisi tengah pertahanan menjadi kosong, hal ini membuat Rizal Tomagola dengan mudah menyambut umpan tersebut dan langsung membawa bola ke arah gawang. Namun sayang Rizal gagal menjebol gawang Real Mataram setelah sontekannya mampu diamankan oleh Santoso.

Ancaman Minangkabau FC berlanjut, tepatnya pada menit 30. Berawal dari pergerakan Imran Hadi di sisi kanan yang kemudian memberikan umpan silang ke kotak pinalti Real Mataram. Umpan tersebut kemudian disambut dengan tendangan kaki kanan Kuagika David. Beruntung bagi Real Mataram karena Santoso berhasil menepis tendangan tersebut.

Melihat lini tengah kurang berkembang, pelatih Jose Basulado berupaya melakukan pergantian pemain dengan menarik keluar Zainal Abidin untuk di gantikan Ryung Thae Phyo.

Menit 39 Minangkabau FC berhasil menggadakan keunggulannya menjadi 2-0. Gol tercipta akibat bunuh diri dari bek Real Mataram FC, Dedik Susanto. Gol berawal dari pergerakan Kuagika David di sisi kanan. Setelah berhasil melewati Nandri Eka, Kuagika mengirimkan umpan silang ke kotak pinalti Real Mataram. Umpan silang mampu diterima oleh Maurito Mauro yang lansung melakukan tendangan kaki kanang. Dedik Susanto yang mencoba menghalau tendangan tersebut justru menyundul bola masuk ke gawangnya sendiri.

Setelah gol tersebut praktis tidak ada peluang berarti dari kedua kubu dan hingga peluit akhir babak pertama skor tetap 2-0 untuk keunggulan tim tamu.

Babak Kedua

Mengawali babak kedua Real Mataram langsung melakukan pergantian pemain, dimana Doni Ikhsan digantikan Eko Wijayanto. Terlihat, dengan masuknya Eko Wijayanto, Real Mataram ingin meningkatkan intensitas serangan untuk mengejar ketertinggalan.

Pada awal babak kedua Real Mataram langsung mencoba menguasai permainan dan lebih banyak menciptakan peluang. Sedangkan Minangkabau cenderung ingin mempertahankan keunggulannya dengan bermain lebih bertahan.

Peluang bagi Real Mataram datang pada menit ke 52 ketika Reza Aditya mencoba peruntungannya dengan melakukan tendangan jarak jauh, namun sayang arahnya masih melambung tinggi di atas mistar gawang Minangkabau FC.

Pada menit ke 59 Real Mataram kembali mendapatkan peluang. Berawal dari aksi Bisri di lini tengah yang diakhiri dengan umpan terobosan ke arah Eko Wijayanto. Namun sayang Eko kurang cepat bereaksi sehingga bola berhasil diamankan oleh kiper Minangkababu, Agus Murod.

Pada babak kedua ini, kedua kubu tidak memiliki peluang yang berarti hingga pada menit 79 ketika Ryung Thae Phyo melesakkan bola ke gawang Minangkabau FC untuk memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2. Gol berawal dari umpan silang Nurmansayah ke area pertahanan lawan. Umpan tersebut diterima oleh Eko Prasetyo melalui sundulan ke arah Ryung Thae Phyo. Dengan sebuah tendangan kaki kiri mendatar, Ryung Thae berhasil menaklukkan Agus Murod.

Setelah gol tersebut membuat semangat anak-anak Real Mataram untuk mengejar ketertinggal semakin tinggi. Namun akibat rapat serta disiplinya lini pertahanan Minangkabau FC membuat skor tetap bertahan 1-2 hingga peluit akhir pertandingan berbunyi.

Sitemap

Beranda