Melalui sebuah pertandingan yang cukup dramatis, Real Mataram FC berhasil meraih kemenangan dalam lanjutan kompetisi Liga Primer Indonesia, sabtu [30/04/2011]. Bertanding di stadion Maguwoharjo, Sleman, Real Mataram FC berhasil menundukkan Tangerang Wolves dengan skor 2-1. Sempat tertinggal terlebih dahulu melalui gol Luiz Feitoza pada menit 56, Real Mataram mampu membalikkan keadaan melalui gol Cristian Febre menit 71 dan pinalti Fernando Soler pada masa injury time.
Jalannya Pertandingan
Dengan formasi andalannya 3-4-1-2 Real Mataram FC mencoba menerapkan strategi menyerang sejak menit awal pertandingan. Peluang pertama The Red Army datang pada menit ke 3 melalui Andrid Wibawa. Dari aksi individu di sayap kanan, Andrid berhasil meloloskan diri dari pertahanan lawan. Meski sudah berhadapan dengan kiper Tangerang Wolves, namun karena lemahnya tendangan Andrid membuat peluang ini terbuang percuma.
Tampak Tangerang Wolves menerapkan strategi bertahan dan mengandalkan serangan balik melalui umpan lambung ke arah duet penyerang Kurniawan D.Y dan Luiz Feitoza. Real Mataram sendiri lebih banyak menguasai pertandingan dan banyak melancarkan serangan ke jantung pertahanan Tangerang Wolves.
Dua peluang dapat diciptakan Real Mataram secara berturut-turut melalui sundulan Fernando Soler. Yang pertama datang pada menit ke 13 ketika umpan silang Imam Safi'i disambut oleh sundulan Soler yang terlalu melebar. Dua menit berselang giliran Eko Prasetyo yang mengirimkan umpan silang dari sayap kanan namun kembali sundulan Soler masih melebar ke sisi kiri gawang Tangerang Wolves.
Bencana bagi Tangerang Wolves datang pada menit ke 19 ketika mereka harus bermain dengan 10 orang setelah pemain bertahan, Dwi Cahyo diusir wasit setelah melakukan professional foul terhadap Andrid Wibawa yang telah berhasil lolos dari hadangan pemain belakang. Tampak protes dari para pemain mewarnai pengusiran ini.
Tendangan bebas yang diambil oleh Eko Prasetyo masih melebar tipis di sisi kanan gawang.
Bermain dengan 10 orang semakin mempersulit posisi Tangerang Wolves dan kendali permainan sepenuhnya dipegang oleh Real Mataram. Peluang kembali diciptakan penyerang muda Real Mataram, Andrid Wibawa pada menit ke 23. Berawal dari umpan terobosan Zainal Abidin ke sisi kanan, Andrid yang telah lolos gagal melewati kiper Tangerang Wolves, Rudi Ardiansyah.
Terlihat sisi kanan Real Mataram kurang bertaji akibat absennya Bisri Mustofa. Imam Safi'i yang menggantikan posisi Bisri bermain kurang impresif sehingga serangan lebih banyak dilakukan dari sayap kiri. Dan benar saja, pada menit ke 32 Imam akhirnya ditarik keluar oleh pelatih Jose Basualdo untuk digantikan Reza Aditya.
Meski kalah jumlah pemain, Tangerang Wolves masih mampu membahayakan pertahanan Real Mataram. Pada menit ke 35 umpan lambung Victor Hugo dari lini tengah dapat diterima dengan baik oleh Wallace Da Silva yang menyisir sisi kanan pertahanan Real Mataram. Tanpa terkawal Wallace melakukan tendangan keras namun sayang arahnya masih melebar.
Tiga menit berselang Real Mataram membalas. Kali ini melalui Zainal Abidin. Menerima umpan dari Eko Prasetyo di sisi kiri, Zainal yang berdiri bebas melakukan tendangan langsung ke arah gawang. Namun akibat kecekatan kiper Rudi Ardiansyah dalam menepis tendangan tersebut membuat peluang tersebut gagal menghasilkan gol.
Real Mataram terus mengurung pertahanan Tangerang Wolves namun hingga peluit akhir babak pertama skor masih tetap 0-0.
Babak Kedua
Di awal babak kedua Real Mataram langsung melakukan perubahan dengan memasukkan Ryung Thae Phyo untuk menggantikan Doni Ikhsan. Tampak Jose Basulado ingin meningkatkan intensitas serangan dengan memasukkan seorang gelandang serang.
Real Mataram pun langsung menggebrak, peluang pertama didapat tiga menit setelah kick off babak kedua. Berawal dari handball pemain Tangerang Wolves, Ryung Thae Phyo yang mengambil tendangan bebas mengarahkan bola ke arah Eko Prasetyo yang langsung melakukan tendangan keras ke sisi kiri gawang. Namun kiper Tangerang Wolves masih cukup cekatan untuk menggagalkan peluang tersebut.
Keasyikan menyerang membuat konsentrasi pertahanan Real Mataram sedikit kendor. Menit 52 melalui skema serangan balik yang cukup baik, Luiz Feitoza di sisi kanan dengan mudah lolos dari hadangan pemain belakang Real Mataram dan melakukan tendangan keras, namun kokohnya mistar gawang masih menggagalkan peluang tersebut.
Empat menit berselang, buruknya koordinasi pertahanan Real Mataram benar-benar berbuah petaka. Melalui skema serangan yang hampir mirip dengan peluang sebelumnya, Luiz Feitoza yang menyisir sisi kiri dengan mudah mendekati gawang Real Mataram. Setelah mengecoh Dedik Susanto Luiz dengan tendangan keras mampu menceploskan bola untuk merubah skor menjadi 0-1 untuk keunggulan Tangerang Wolves.
Setelah gol tersebut tampak organisasi permainan Real Mataram menjadi kacau terutama untuk sektor pertahanan. Kondisi ini dimanfaatkan betul oleh Tangerang Wolves. Satu menit berselang setelah gol Luiz Feitoza, Tangerang Wolves mendapatkan peluang matang melalui Kurniawan. Berawal dari aksi individu Wallace Da Silva di sayap kiri mampu mengirimkan umpan matang ke mulut gawang, Kurniawan yang berdiri bebas mencoba melakukan tembakan namun masih dapat ditepis oleh Arik Bahtiar.
Setelah itu pertandingan berjalan cukup ketat. Real Mataram yang terus mencari gol penyeimbang terhalang kokohnya pertahanan Tangerang Wolves. Namun akhirnya pada menit 71 usaha keras pemain Real Mataram berbuah manis setelah Cristian Febre berhasil menjebol gawang Rudi Ardiansyah. Gol berawal dari tendangan bebas Ryung Thae Phyo ke arah mulut gawang. Febre yang berdiri di sisi kiri berhasil menyambut umpan tersebut dengan sontekan ringan ke arah gawang. Skor pun berubah menjadi 1-1.
Gol Febre membuat pasukan Jose Basualdo semakin bersemangat untuk menggempur pertahanan Tangerang Wolves. Namun akibat disiplinnya pertahanan Tangerang Wolves membuat usaha Fernando Soler cs menemui jalan buntu.
Menit ke 89, Real Mataram mendapatkan peluang emas melalui Ryong Thae Phyo. Berawal dari kerja sama apik Zainal Abdin dan Fernando Soler, bola kemudian diarahkan ke Ryung Thae yang telah berdiri bebas di muka gawang. Namun akibat kurang tenang, tendangannya masih melambung tinggi di atas mistar gawang.
Tangerang membalas satu menit kemudian. Wallace Da Silva dari sisi kiri, melalui skil individunya mampu melewati hadangan pemain belakang Real Mataram. Namun sayang tendangannya masih melebar meski telah berhadapan langsung dengan Arik Bahtiar.
Akhirnya pertandingan berakhir cukup dramatis. Ketika perpanjangan waktu berjalan satu menit, penyerang lincah Real Mataram, Reza Aditya menusuk ke sisi kiri pertahanan Tangerang Wolves. Kiper Rudi Ardiansyah yang mencoba menghadang pergerakan Reza justru menjatuhkannya di kotak terlarang. Tak pelak wasit pun menghadiahi pinalti bagi Real Mataram serta kartu kuning bagi Rudi Ardiansyah. Rudi pun harus meninggalkan lapangan permainan karena sebelumnya telah menerima kartu kuning.
Di saat kehilangan seorang kiper, Tangerang Wolves justru telah menggunakan 3 kesempatan pergantian pemain sehingga tidak dapat melakukan pergantian pemain lagi. Kondisi ini memaksa pelatih Constantinus Awe menunjuk Wallace Da Silva yang posisi aslinya adalah gelandang serang menjadi kiper dadakan. Fernando Soler yang maju sebagai algojo pinalti dengan mudah menaklukkan Wallace untuk merubah skor menjadi 2-1 untuk kemenangan Real Mataram.
Dan hingga peluit akhir pertandingan skor tetap bertahan 2-1 untuk kemenangan Real Mataram. Di akhir pertandingan sempat terjadi keributan kecil dimana beberapa pemain dan official Tangerang Wolves melakukan protes keras terhadap wasit dan memaksa pihak keamanan untuk turun tangan mengamankan kondisi tersebut.
Dengan kemenangan ini maka Real Mataram dapat memperbaiki peringkat klasemen sementara Liga Primer Indonesia dengan naik ke posisi 14 menggeser posisi Solo FC yang baru akan bermain pada minggu esok.