Evaluasi Hasil Laga Melawan Bogor Raya

Laga melawan Bogor Raya FC telah diketahui hasilnya dimana The Reds Army kalah 0-3. Permainan kedua tim memang tidak dapat berkembang, karena lapangan becek akibat guyuran hujan yang mengguyur Stadion Cibinong. Guyuran hujan terjadi sepanjang 15 menit di awal babak pertama.

Skenario permainan Real Mataram FC yang telah direncanakan menjadi berantakan. Ciri khas umpan-umpan pendek yang dialirkan melalui sayap tidak bisa diterapkan, sedangkan untuk irama permainan sendiri akhirnya banyak mengandalkan umpan-umpan panjang yang langsung menusuk pertahanan lawan. Pola serangan ini dengan mudah dimentahkan oleh benteng pertahanan Bogor.

Gol pertama Bogor lahir di menit ke-22 oleh Isoewardi. Terjadinya gol berawal dari kemelut di depan gawang Arik Bakhtiar (Real). Tendangan yang tidak terlalu keras oleh Isoewardi mengenai badan Doni Ikhsan (Real) dan bola berbelok arah sehingga Arik gagal mengantispasinya.

Secara keseluruhan Bogor memang sedikit lebih menguasai jalannya pertandingan. Dari segi teknis dan invidu, sebenarnya kedua tim cukup berimbang. Real juga sempat memperoleh peluang emas namun belum dapat berbuah gol. Kegagalan memanfaatkan peluang diantaranya terjadi saat umpan yang dilepaskan oleh Eko Prasetyo W gagal dikonversi menjadi gol oleh Reza Aditya. Kemudian tembakan bebas Christian Febre yang mengenai mistar gawang.

Pada babak kedua, kedua tim masih mengandalkan umpan-umpan panjang. Permainan kedua tim juga berimbang. Pada menit ke-61 Bogor menambah gol, Andrija Jukic berhasil menyambut tendangan bebas Qodrat Maulana. Sedangkan gol terakhir Bogor dicetak oleh Novrizal di menit ke-88. Hasil laga ini menjadikan Real tetap di posisi 15 klasemen sementara Kompetisi LPI. Kekalahan dari Bogor menjadikan tren negatif tim Real semakin panjang, yaitu:

1) Tim asuhan Pepe Basualdo belum pernah menang dari tim yang diasuh oleh pelatih lokal.

2) Setiap berlaga pasti kebobolan (no clean sheet), dan hampir pasti pemain asing lawan mampu mencetak gol.

Real menjadi tim yang paling banyak kebobolan yaitu 39 gol. Hal ini mengindikasikan bahwa ada masalah di sektor pertahanan dan kinerja penjaga gawang.

3) Kemasukan gol di 15 menit terakhir, ini menunjukkan konsentrasi pemain menurun. Menurunnya konsentrasi terkait dengan merosotnya kondisi fisik pemain.

Berdasarkan kondisi tersebut maka pada putaran kedua nanti tim Real Mataram FC seharusnya:

1) Menambah pemain asing dan atau lokal setidaknya untuk posisi kiper dan pemain bertahan (libero, stopper, bek sayap, dan gelandang bertahan). Untuk gelandang serang Real hampir pasti merekrut Adrian Caceres (Australia)

2) Untuk meningkatkan kinerja fisik, maka tim Real perlu mendatangkan pelatih fisik.

Sementara untuk pertandingan terakhir di putaran pertama, tim Real akan menjamu Minangkabau FC. Menurut Soelistyo (Ketua Panpel) pertandingan tersebut akan digelar di Stadion Mandala Krida pada hari Sabtu, 14 Mei 2011 pukul 15.30 WIB.

Sitemap

Beranda