Derby Mataram yang mempertemukan Real Mataram FC dan Solo FC di Stadion Maguwoharjo (03/04) sore ini berakhir imbang 1 - 1. Pada laga yang sempat dihentikan selama 30 menit akibat lapangan tergenang oleh air hujan tersebut, Real Mataram FC unggul lebih dahulu melalui kaki Andrid Wibawa pada menit 5. Solo FC dapat membalas pada menit ke-27 melalui Dian Fahrudin.
Jalannya Pertandingan
Pertandingan diawali dengan tempo yang cukup lambat, namun Real Mataram FC mampu unggul cepat melalui Andrid Wibawa pada menit 5. Gol diawali dari sedoran Zainal Abidin dari lini tengah. Setelah melewati penjagaan M. Analis, Andrid dengan tenang mampu menaklukkan kiper Solo FC, Aleksander Vrteski.
Setelah gol tersebut, Solo FC lebih dapat menguasai permainan dan beberapa peluang mampu diciptakan oleh anak asuh Branko Babic. Dengan mengandalkan umpan silang dari kedua sayapnya, beberapa kali penyerang Solo FC mampu membahayakan gawang Arik Bahtiar. Dan tim tamu memetik hasilnya pada menit ke-26. Berawal dari umpan silang Pitono dari sayap kiri bola lambung gagal dipotong oleh Arik Bactiar, Dian Fahrudin yang datang dari belakang kemudian dengan mudah dapat membobol gawang Real Mataram.
Tersentak dengan gol balasan Solo FC, Real Mataram mencoba untuk membalas, peluang pertama datang pada menit ke 32, berawal dari umpan silang Eko Prasetyo di sisi kiri, soler yang ada didepan gawang gagal menerima umpan tersebut. Kemudian bola jatuh di kaki Andrid Wibawa, namun akibat kurangnya konsentrasi membuat dia gagal mengontrol bola.
Setelah peluang tersebut, praktis permainan lebih dikuasai oleh Solo FC. Peluang terbaik Solo FC datang pada menit ke 35 saat tendangan keras Asep Winarsa dari luar kotak pinalti mampu ditepis dengan baik oleh Arik Bactiar dan hanya menghasilkan sepak pojok bagi Solo FC.
Pada sisa waktu paruh pertama, kedua tim sulit mengambangkan permainan akibat genangan air di tengah lapangan dan hingga akhir babak pertama kedudukan tetap 1 - 1.
Pada babak kedua permainan agak sedikit membosankan. Akibat hujan yang turun semakin lebat membuat kedua tim sulit mengembangkan permainannya. Namun Real Mataram tetap mencoba memainkan umpan-umpan pendek yang dimotori oleh Zainal Abidin sedangkan Solo FC masih tetap mengandalkan pergerakan kedua sayapnya.
Pada menit ke 62 aksi individu pemain Solo FC David Micevski mampu mengobrak-abrik pertahanan Real Mataram, untung saja tendangan Milevski masih mampu diblok dengan sigap oleh kiper Arik Bactiar.
Pasukan The Red Army membalas dua menit berselang, umpan silang Eko Prasetyo dari sisi kanan pertahanan Solo FC justru mengarah ke gawang, untung kiper Solo FC, Aleksander Vrteski masih cukup sigap untuk menepis bola keluar lapangan.
Pada menit ke 70, akhirnya wasit memutuskan untuk menghentikan pertandingan karena lapangan di Stadion Maguwoharjo dinilai tidak layak untuk menggelar pertandingan. Hujan deras yang mengguyur lapangan membuat bola tak bisa bergulir dengan baik.
Setelah menunggu hampir 20 menit akhirnya pertandingan dilanjutkan kembali. Setelah pertandingan dilanjutkan permainan lebih dikendalikan oleh Real Mataram terutama pada lima menit akhir pertandingan setelah pemain Solo FC, Asep Winarsa dikeluarkan oleh wasit akibat menerima kartu kuning kedua. Kartu kuning diberikan wasit akibat pelanggaran keras Asep kepada Zainal Abidin.
Namun demikian Solo FC sempat mendapatkan peluang pada menit 75. Berawal dari pelanggaran Cristian Febre terhadap Stevan Racic di dekat area kotak pinalti Real Mataram. Tendangan bebas yang diambil oleh Zarko Lazetic hanya tipis di kanan gawang Arik Bactiar.
Pada menit akhir penyerang Real Mataram, Fernando Soler dijatuhkan oleh pemain belakang Solo FC, Sergey Litvinov namun Wasit tidak menanganggapnya sebagai pelanggaran. Dan hingga wasit meniupkan peluit akhir pertandingan kedudukan masih sama kuat 1 - 1.
Hasil imbang ini membuat kedua tim gagal mengakhiri puasa kemenangan mereka. Real Mataram terakhir kali menang adalah 30 Januari saat menekuk Bintang Medan 3 - 1, sementara terakhir kali Solo FC meraup tiga poin adalah saat mengatasi Bogor Raya 1 - 0 pada 12 Februari.