Real Mataram FC harus menerima pil pahit dalam pertandingan terakhir putaran pertama Liga Primer Indonesia setelah dipermalukan Minangkabau FC 1-2 di stadion Mandala Krida, Yogyakarta [14/05/2011]. Bertanding dihadapan pendukung sendiri, Real Mataram FC terlambat panas dan harus tertinggal 2-0 di babak pertama melalui gol Maurito Mauro di menit 5 dan bunuh diri Dedik Susanto menit 39. Di babak kedua Bisri cs sempat bangkit dengan melesakkan satu gol melalui Ryung Thae Phyo pada menit 79. Namun disisa waktu pertandingan Real Mataram gagal menambah pundi-pundi gol sehingga skor tetap 1-2 untuk keunggulan Minangkabau FC.
Pada pertandingan sore hari ini, absennya Cristian Febre di jantung pertahanan Real Mataram sangat berpengaruh. Beberapa kali penyerang Minangkabau FC dengan mudah mampu memberikan ancaman ke gawang Real Mataram yang dijaga oleh Santoso. Selain itu absennnya Andrid Wibawa di lini depan karena masih menjalani seleksi timnas U-23 juga mengurangi daya dobrak Fernando Soler cs.
Dengan menerapkan strategi 3-4-1-2, Real Mataram ingin menerapkan strategi menyerang, dengan poros serangan ada pada Zainal Abidin di sektor tengah dan duet Eko Prasetyo dan Bisri Mustofa di kedua sisi sayap. Untuk penyelesaian akhir pelatih Jose Basualdo mempercayakan pada duet penyerang Reza Aditya dan Fernando Soler. Untuk lini pertahanan Jose Basualdo memasang trio Miftachul Chamli, Dedik Susanto dan Nandri Eka yang dibantu Ali Machrus dan Doni Ikhsan sebagai gelandang pertahanan. Untuk penjaga gawang, Arik Bahtiar yang bermain cukup jelek pada pertandingan sebelumnya digantikan posisinya oleh Santoso.
Pada babak pertama, Real Mataram terlambat panas dan gagal menguasai permainan. Terlihat tim tamu dengan cerdik mengunci poros serangan Real Mataram sehingga membuat alur serangan tim The Red Army tidak berjalan dengan baik. Absennya Cristian Febre di lini pertahanan sangat berpengaruh terhadap permainan tim. Trio bek yang dipasang sangat sulit mengimbangi skill individu penyerang Minangkabau FC yang dimotori oleh Maurito Mauro yang notabene merupakan pemain timnas Angola. Beberapa kali Nandri cs keteteran dalam mengawal pergerakan pemain Minangkabau FC.
Kondisi ini diperparah oleh sektor gelandang yang kalah bertarung dengan gelandang Minangkabau, sehingga aliran bola kurang berjalan dengan baik dan permainan lebih banyak dikendalikan oleh anak asuh Divaldo Alves. Alhasil Minangkabau FC mampu unggul dua gol di babak pertama melalui Maurito Mauro di menit 5 dan bunuh diri Dedik Susanto di menit 39.
Gol pertama Minangkabau FC yang dicetak Maurito Mauro terjadi dengan memanfaatkan sepak pojok di sisi kanan pertahanan Real Mataram. Maurito yang tidak terkawal dengan baik menyambut sepak pojok dengan sontekan kaki kanan untuk memperdaya kiper Reak Mataram, Santoso. Sedangkan gol kedua tercipta berawal dari pergerakan Kuagika David di sisi kanan. Setelah berhasil melewati Nandri Eka, Kuagika mengirimkan umpan silang ke kotak pinalti Real Mataram. Umpan silang mampu diterima oleh Maurito Mauro yang langsung melakukan tendangan kaki kanan. Dedik Susanto yang mencoba menghalau tendangan tersebut justru menyundul bola masuk ke gawangnya sendiri.
Dibabak kedua Real Mataram mencoba bangkit. Masuknya Eko Wijayanto di awal babak kedua cukup memberikan angin segar di lini depan Real Mataram. Namun pemain Minangkabau FC sudah terlanjur bermain rapat sehingga sedikit menyulitkan pemain Real Mataram untuk menciptakan gol penyeimbang. Walaupun lebih menguasai permainan serta lebih banyak menekan namun Real Mataram gagal menciptakan peluang matang akibat rapatnya pertahanan Minangkabau FC.
Masuknya Nurmansyah pada menit ke 68 untuk menggantikan Reza Aditya menambah daya dobrak Real Mataram. Dengan kecepatannya, Nurmansyah beberapa kali mampu merepotkan lini pertahanan Minangkabau FC. Dan puncaknya pada menit 71 ketika dia mengarsiteki satu-satunya gol Real Mataram FC pada pertandingan ini. Berawal dari pergerakannya di sisi kanan, Nurmansyah mengirimkan umpan silang ke jantung pertahanan Minangkabau FC. Umpan tersebut kemudian disambut dengan sundulan Eko Prasetyo ke arah Ryung Thae Phyo. Berada pada posisi bebas Ryung Thae melakukan tendangan kaki kiri mendatar untuk mengecoh kiper Minangkabau FC, Agus Murod.
Sayangnya Real Mataram gagal menambahkan gol di sisi waktu pertandingan sehingga harus menerima kekalahan kandang ketiganya. Kekalahan ini juga menggagalkan ambisi Bisri cs untuk memperbaiki posisi klasemen Liga Primer Indonesia.