Real Mataram akhirnya dapat meraih kemenangan pada pertandingan melawan Batavia Union sore ini [17/04/2011] di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta. Bermain di depan pendukungnya sendiri, Real Mataram mampu menjinakkan Batavia Union dengan skor 3-2. Keunggulan 3-0 Real Mataram di awal babak kedua, hanya mampu dibalas dua gol oleh Batavia Union meski terus memborbadir pertahanan Real Mataram di 10 menit akhir pertandingan. Pada pertandingan tersebut, bomber haus gol, Fernando Soler menyumbangkan dua gol bagi Real Mataram. Satu gol lagi dicetak oleh penyerang lincah Andrid Wibawa.
Jalannya Pertandingan
Real Mataram mengawali pertandingan dengan cukup lambat namun tetap dapat menguasai pertandingan. Peluang pertama Real Mataram datang pada menit ke 8 melalui Cristian Febre. Berawal dari sebuah tendangan bebas Zainal Abidin, bola diarahkan ke kotak pinalti Batavia Union. Umpan Zainal tersebut kemudian disambut oleh sundulan Febre namun masih tepat dipelukan kiper Batavia, Fauzi Toldo
Batavia Union membalas. Menit ke 10 memanfaatkan kelengahan bek Real Mataram, Rudi Handoko, Leandro mampu mencuri bola yang kemudian melakukan umpan silang ke kotak pinalti Real Mataram. Dengan tidak terkawal Juan Cortes menyambut umpan tersebut untuk menceploskan bola ke gawang Santoso. Namun sayang gol dianulir oleh wasit karena Leandro dianggap melakukan pelanggaran terlebih dahulu. Skor pun tetap 0-0.
Selanjutnya, meski Real Mataram lebih banyak membawa bola, namun tidak ada peluang yang dapat diciptakan. Tampak disini motor serangan Zainal Abidin dijaga ketat oleh pemain Batavia Union, sehingga tidak ada umpan-umpan akurat ke Andrid maupun Soler.
Pada menit ke-35 Real Mataram mendapatkan peluang emas. Berawal dari umpan lambung Nandri dari sektor pertahanan mampu disundul dengan baik oleh Fernando Soler untuk diarahkan kepada Andrid Wibawa. Dengan kelincahannya Andrid mampu melewati hadangan pemain lawan, namun sayang tendangannya masih melenceng tipis di sebelah kanan gawang Batavia Union.
Akhirnya Andrid Wibawa mampu membayar lunas kegagalan sebelumnya untuk membawa Real Mataram unggul 1-0 pada menit ke 36. Gol berawal dari umpan Eko Prasetyo di sisi kiri. Andrid yang berada di kotak pinalti lawan mampu menerima umpan tersebut. Dan setelah mengecoh pemain lawan, Andrid dengan cerdik mengarahkan bola ke sisi kanan gawang Batavia Union. Sayang sekali, setelah mencetak gol tersebut Andrid harus ditandu keluar lapangan akibat cedera dan digantikan oleh Reza Aditya.
Tertinggal satu gol, membuat Batavia Union tersentak dan mulai melancarkan serangan ke pertahanan Real Mataram. Namun justru Real Mataram yang kembali mencetak gol. Kali ini melalui penyerang andalan Real Mataram, Fernando Soler. Setelah menerima umpan terobosan dari Bisri Mustofa, Soler yang bergerak ke sisi kanan pertahanan Batavia Union dengan tenang mampu menaklukkan Fauzi Toldo. Skor 2-0 pun berakhir hingga peluit akhir babak pertama.
Babak Kedua
Awal babak kedua, Real Mataram langsung menjauh. Berawal dari permainan tik-tak antara Zainal Abidin dan Reza Aditya. Nama terkahir kemudian menyodorkan bola ke Fernando Soler, dengan sentuhan ringan Soler kembali menaklukkan Fauzi Toldo untuk mengubah skor menjadi 3-0. Ini merupakan gol ke-11 Soler yang membuatnya semakin kokoh di puncak daftar pencetak gol Liga Primer Indonesia.
Setelah gol tersebut, praktis pertandingan lebih banyak dikuasai oleh Batavia Union. Tampak Real Mataram telah puas dengan hasil tersebut dan lebih berusaha mempertahankannya. Namun strategi bertahan ini justru menjadi boomerang bagi Real Mataram.
Bukitnya Batavia Union mampu memperkecil ketinggalan menjadi 3-1, melalui tendangan pinalti Juan Cortes. Pinalti diberikan oleh wasit, Saikat Biswas setelah Rudi Handoko melanggar penyerang Batavia, Tantan di kotak terlarang.
Pinalti Cortes membuat Batavia semakin bernafsu menyerang. Beberapa kali serangan berbahaya mampu dihasilkan oleh Batavia Union, namun akibat kecermelangan penampilan kiper cadangan Real Mataram, Santoso membuat peluang-peluang tersebut terbuang percuma. Salah satunya terjadi pada menit ke-65. Dalam waktu yang berurutan, Santoso dengan gemilang mampu mematahkan dua tendangan Javier Roca. Setelah tendangan Roca yang dibarengi dengan pelanggaran mampu ditepis dengan baik, tendangan bebas Roca juga mampu digagalkan oleh kiper yang baru dua kali membela Real Mataram tersebut.
Kiper Santoso benar-benar menjadi tembok penghalang bagi Batavia Union. Terbukti pada menit ke-77, peluang Batavia Union melalui tendangan Javier Roca masih dapat digagalkannya. Hal yang sama juga terjadi lima menit berselang, diawali pergerakan pemain pengganti Iskandar di sisi kanan pertahanan Real Mataram, tendangan pemain bernomer punggung 11 ini mampu ditepis dengan baik. Juan Cortes yang menerima bola muntahan masih gagal menyarangkan bola.
Gawang Santoso akhirnya jebol juga pada menit ke 43. Gol Batavia Union ini berawal dari aksi individu Iskandar di sisi kanan pertahanan Real Mataram. Setelah melewati dua bek Real Mataram, Iskandar melakukan tendangan keras yang mampu merubah skor menjadi 3-2.
Di sisa pertandingan, Real Mataram mendapatkan serangan bergelombang dari Batavia Union. Dan setelah bertahan dengan susah payah akhirnya skor 3-2 berhasil dipertahankan oleh Real Mataram hingga peluit akhir pertandingan. Dengan kemenangan ini, Real Mataram dapat mengakhiri paceklik kemenangan yang terjadi sejak 30 Januari 2011 kala mengalahkan Bintang Medan dengan skor 3-1.