Real Mataram FC kembali mengalami kekalahan telak dalam lanjutan Liga Primer Indonesia ketika bertandang ke Malang untuk melawan Persema, Minggu [10/04/2011]. Namun kali ini Real Mataram mampu memberikan perlawanan sengit di sepanjang pertandingan, walaupun akhirnya harus menyerah dengan skor 2-5. Dalam pertandingan yang berlangsung di stadion Gajayana ini seluruh gol Real Mataram dicetak oleh bomber mautnya, Fernando Soler.
Jalannya Pertandingan
Pada awal pertandingan yang disertai hujan gerimis, Persema langsung mencoba menekan pertahanan Real Mataram dengan mengandalkan duet Hang Sang Min dan Reza Mustofa di lini depan. Namun sesekali Real Mataram dapat memberikan perlawanan dengan mengandalkan umpan-umpan panjang yang ditujukan langsung kepada duet Fernando Soler dan Andrid Wibawa. Sampai menit ke-10, kedua tim belum mampu menciptakan peluang yang berarti. Serangan Persema yang dibangun melalui sayap kiri M.Kamri dan sayap kanan Kim Kurniawan masih terhambat oleh pertahanan Real Mataram.
Hingga menit ke-15, Persema sedikit lebih menguasai permainan. Dan pada menit ke-16, Persema mampu unggul terlebih dahulu melalui Reza Mustofa. Gol bermula dari tendangan penjuru yang disundul oleh Reza Mustofa yang tidak terkawal oleh pemain Real Mataram.
Persema terus menggeliat, empat menit berselang Laskar Ken Arok menggandakan keunggulan mereka menjadi 2-0 kali ini melalui Hang Sang Min. Gol ini didahului dengan aksi individu pemain asal Korea Selatan melewati hadangan beberapa pemain Real Mataram sebelum melakukan tendangan dari dalam kotak pinalti Real Mataram.
Tertinggal dua gol membuat pasukan Jose Basualdo tersentak dan mencoba membangan serangan melalui umpan-umpan pendek dari kaki ke kaki. Namun beberapa serangan yang dilancarkan belum mampu menembus pertahanan Persema yang digalang oleh Seme Patrick dan Benoit Lang. Salah satu peluang didapatkan pada menit 28 ketika pasukan The Red Army memperoleh tendangan bebas dari luar kotak penalti, namun tendangan Soler masih membentur pagar betis lawan.
Memasuki menit ke-30, permainan kedua tim berimbang dan dalam tempo yang sedang saja. Namun begitu Real Mataram justru mampu memperkecil ketinggalan melalui bomber andalannya, Fernando Soler, tetapnya pada menit 33. Setelah mendapat umpan Andrid Wibawa, Soler mampu menaklukan Sukasto Efendi untuk merubah skor menjadi 2-1.
Akibat lapangan licin beberapa kali pemain kedua lawan saling berbenturan sehingga membutuhkan perawatan tim medis. Menit ke-38 terjadi benturan antara Arik Bakhtiar (Real Mataram) dan Reza Mustofa (Persema), sehingga Reza harus dirawat tim medis. Menit ke-40, Reza Mustofa memperoleh kartu kuning karena masuk lapangan kembali tanpa ijin wasit.
Pada sisa waktu babak pertama, kedua tim saling melancarkan serangan. Pada Menit ke-43 Real Mataram mendapatkan peluang, dimana sundulan Fernando Soler masih jauh dari sasaran gawang Persema. Persema langsung membalas satu menit kemudian, namun tendangan M. Kamri dari dalam kotak penalti masih melenceng dari gawang Arik Bahtiar.
Pada menit ke-45, Persema sempat menyarangkan gol melalui Hang Sang Min namun dibatalkan oleh wasit karena Hang Sang Min dianggap telah berada pada posisi offside. Pada masa tambahan waktu 2 menit, Persema benar-benar mencetak gol, Kim Kurniawan yang lolos dari jebakan offside mampu menjebloskan bola ke gawang Real Mataram. Dan skor 3-1 bertahan hingga babak pertama usai.
Babak 2
Awal babak kedua, Real Mataram langsung menggebrak dan mampu menekan pertahanan Persema. Menit ke-49 Real Mataram memperoleh peluang emas, melalui Andri Wibawa. Namun sayang tembakannya masih melenceng meski telah mampu melewati kiper Persema, Sukasto Efendi. Selanjutnya Menit ke-11 babak kedua Benoit Lang mendapat kartu kuning karena melanggar M. Zainal Abidin di luar kotak penalti. Eksekusi tendangan bebas yang dilakukan Ryo Thae Phyo gagal melewati tembok lawan.
Sampai menit ke-15 babak kedua, permainan kedua tim berimbang dan saling menyerang. Tim Real mampu menerapkan umpan-umpan pendek yang menjadi karakteristik permainan mereka. Real Mataram mampu menggebrak terlebih dahulu, lolos dari jebakan offside, Andrid Wibawa membuang kesempatan emas yang ia dapat karena tembakannya masih melenceng.
Pada menit 66, Real Mataram dihadiahi tendangan pinalti setelah, kapten Persema, Bima Sakti melakukan handball di dalam kotak penalti. Fernando Soler yang melakukan eksekusi mampu menuntaskan tugasnya untuk mengubah skor menjadi 3-2.
Merasa sedikit tertekan, dua menit setelah pinalti Fernando Soler, pelatih Persema Timo Scheunemann memasukkan pemain andalannya yang baru saja sembuh dari cedera, Irfan Bachdim untuk menggantikan Benoit Lang. Masuknya Irfan mampu mempertajam serangan Persema. Pada menit ke-70 terjadi kemelut di depan gawang Real Mataram namun gagal diselesaikan oleh Hang Sang Min.
Masukya Irfan Bachdim, tak membuat pelatih Real Mataram Basualdo gentar, buktinya menit ke-70, justru mengganti M. Zainal Abidin dengan Eko Wijayanto. Masuknya Eko membuat Real Mataram menggunakan 3 penyerang sekaligus. Selanjutnya pertandingan berjalan cukup menarik karena kedua tim sama-sama mengusung sepakbola menyerang.
Menit 73 Real Mataram mendapatkan peluang emas, namun sayang tendangan keras Fernando Soler masih menerpa mistar gawang Persema.
Memasuki menit ke-75 kedua tim tetap mencoba saling menyerang. Kedua tim menggunakan kombinasi umpan pendek dan umpan panjang dalam menyerang. Tuan rumah sedikit mengalami kesulitan dalam mengkreasi serangan karena Irfan Bachdim mendapat penjagaan ketat dari Rudy Handoko.
Akhirnya Irfan Bachdim benar-benar menjadi momok bagi Real Mataram. Golnya pada menit ke 88 menghentikan perlawanan hebat pasukan Red Army. Pada masa injury time, Reza Mustofa menambah gol untuk merubah skor menjadi 5-2. Pertandingan pun berakhir dengan skor 5-2 untuk Persema.
Dengan kemenangan ini memantapkan posisi Persema di puncak klasemen Liga Primer Indonesia. Sedangkan bagi Real Mataram kekalahan ini semakin menjerumuskan mereka di papan bawah klasemen (16), sekaligus juga memperpanjang rekor tanpa kemenengan menjadi 10 kali. Real Mataram terakhir menang ketika melawan Bintang Medan pada 30 Januari 2011.