Real Mataram FC kembali mengalami kekalahan dalam lanjutan Liga Primer Indonesia. Kali ini Fernando Soler cs harus mengakui keunggulan Bogor Raya FC dengan skor yang cukup telak, 3-0. Pada pertandingan yang digelar sabtu [7/5/2011] di stadion Cibinong, Bogor, Real Mataram FC sebenarnya mampu mengimbangi permainan Bogor Raya FC. Namun akibat solidnya permainan Bogor Raya dan lemahnya pertahanan yang digalang Cristian Febre cs membuat 3 gol harus bersarang ke gawang Arik Bahtiar.
Dengan kekalahan ini memperpanjang rekor buruk Real Mataram ketika bertanding di kandang lawan. Dari total 9 laga tandang pasukan Jose Basualdo hanya mampu meraih 4 poin dari 1 kali menang, 1 seri dan 7 kali kalah.
Pada pertandingan ini Real Mataram tidak dapat menurunkan 2 pemaian andalannya yaitu Andrid Wibawa dan Bisri Mustofa. Andrid Wibawa absen karena sedang dipanggil mengikuti seleksi timnas U-23. Absennya kedua pemain ini sedikit mengurangi kualitas serangan Real Mataram. Posisi Andrid sendiri kemudian digantikan oleh Reza Mustofa sedangkan posisi Bisri digantikan oleh Jajang Hasan.
Meskipun bertanding di kandang lawan namun Real Mataram tetap menggunakan strategi menyerang andalan mereka, 3-4-1-2. Pada awal babak pertama Real Mataram masih mampu mengimbangi permainan Bogor Raya. Dengan mengandalkan umpan-umpan pendek beberapa kali Zainal Abidin cs membahayakan pertahanan Bogor Raya. Namun karena solidnya pertahanan Bogor Raya membuat peluang-peluang tersebut tidak dapat dikonversikan menjadi gol.
Di sisi lain Bogor Raya yang menerapkan formasi 4-4-2 bermain lebih solid. Mereka lebih banyak menunggu dan ketika pemain Real Mataram lengah mereka langsung melakukan serangan mematikan. Dan benar saja, dua gol yang berhasil dicetak oleh Bogor Raya merupakan kelengahan lini pertahanan Real Mataram terutama kiper Arik Bahtiar.
Pada gol pertama yang dicetak oleh Isoewardi di menit ke 22 berawal dari kesalahan kiper Arik Bahtiar yang posisinya terlalu maju sehingga antisipasi terhadap sundulan Andrija Jukic tidak begitu sempurna. Bola muntahan selanjutnya disambar oleh Iseowardi untuk membawa Bogor Raya unggul 1-0 atas Real Mataram.
Arik Bahtiar kembali menjadi aktor antagonis pada gol kedua Bogor Raya pada menit ke 62. Berawal dari bola liar hasil kemelut di depan kotak, Arik Bahtiar gagal menangkap bola tersebut. Andrija Jukic kemudian dapat mengejar bola tersebut dan dengan mudah menceploskannya ke dalam gawang.
Sedangkan gol ketiga Bogor Raya dicetak pada akhir pertandingan melalui Nofrizal memanfaatkan kemelut di depan gawang Real Mataram.