Real Mataram FC kembali mengalami kekalahan dalam lanjutan Liga Primer Indonesia ketika bertandang ke Kuningan untuk melawan Bandung FC, Sabtu [23/04/2011]. Namun kali ini Real Mataram mampu memberikan perlawanan sengit di sepanjang pertandingan, walaupun akhirnya harus menyerah dengan skor 3-5. Dalam pertandingan yang berlangsung di stadion Mashud Wisnusaputra ini, gol-gol Real Mataram dicetak oleh bomber Eko Wijayanto yang mencetak dua gol serta sebuah gol dari Fernando Soler.
Jalannya Pertandingan
Bertanding di bawah cuaca mendung cerah di atas Stadion Mashud Wisnusaputra, Kuningan, Jawa Barat, pertandingan lanjutan Liga Primer Indonesia (LPI) antara tuan rumah Bandung FC melawan Real Mataram FC digelar pada Sabtu (23/4) pukul 15.00 WIB. Pertandingan dipimpin oleh wasit Jairic Iligan dari Filipina.
Sejak peluit dibunyikan wasit, tim real Mataram mencoba menggebrak pertahanan tuan rumah melalui penyerang Eko Wijayanto. Tapi usahanya belum membuahkan hasil.
Menit 11, tim tuan rumah mencoba keberuntungan melalui penyerang Perry Nsoman, tapi usahanya dapat diredam stopper Real Mataram Christian Febre. Satu menit kemudian, gelandang Lee Hendrie pun mengancam, namun masih dapat digagalkan libero tim tamu Nandri Eka.
Menit 22, Real Mataram mendapat peluang melalui tedangan bebas Febre. Tapi tendangannya masih di atas mistar gawang.
Dua menit berselang, bek tim tuan rumah M. Taufan mencoba peruntungan dengan tendangan dari luar kotak penalti. Tendangan kerasnya ke sisi kanan atas gawang tak mampu diantisipasi kiper Real Santoso. Skor 1-0 bagi Bandung FC.
Real mencoba membalas melalui Eko Wijayanto. Tapi tendangannya masih bisa ditepis kiper Bandung FC Kurnia Sandi. Febre dan Soler pun mencoba menyamakan skor, tapi masih gagal.
Menit 34, Perry N. Somah memperbesar kemenangan setelah mampu menmbobol gawang Santoso. Gol tercipta setelah mendapat umpan dari Beni Kunkun dari sisi kiri pertahanan Real. Skor berubah menjadi 2-0 bagi tim tuan rumah.
Di menit yang sama, Real memperoleh kesempatan memperkecil kekalahan melalui tendangan penalti. Sayang Soler yang sebelumnya dilanggar Michele Ndubuisi di kotak penalti gagal membuat gol lewat titik putih lawan. Skor tetap 2-0 untuk Bandung FC.
Menit 41, tuan rumah memperbesar kemenangan melalui Asep Mulyana, setelah mendapat umpan dari beni Kunkun. Bola sepakannya dari depan gawang meluncur ke sisi kiri gawang Real yang kosong. Skor berubah 3-0 bagi tuan rumah hingga turun minum.
Babak 2
Babak kedua, Pelatih Real Mataram Jose Basualdo mengganti Bisri Mustofa dengan Jajang Hasan di sisi kiri lapangan. Dia berharap sayap kanan tim bisa lebih optimal, karena selama Bisri bermain, sektor itu tak berjalan efektif.
Menit 61, Real berhasil memperkecil kekalahan menjadi 3-1 melalui gol yang diciptkan Zainal Abidin. Gol terjadi setelah playmaker Real Mataram itu memperoleh umpan Fernando Soler dari sisi kiri kotak penalti tim tuan rumah.
Menit 61, Yunte digantikan Reza Aditya. Pepe, panggilan akrab Basualdo menerapkan 3-4-3 untuk mengejar ketertinggalan.
Tiga menit berselang tepatnya menit ke-64, penyerang Perry Nsomah memperbesar skor menjadi 4-1 melalui tandukan kepalanya, setelah mendapat umpan Beni Kunkun. Skor berubah 4-1 bagi tuan rumah.
Pertandingan sempat terhenti beberapa saat setelah terjadi keributan antara pemain kedua tim.
Menit 70, Real berhasil memperkecil kekalahan melalui Eko Wijayanto. Skor berubah menjadi 4-2.
Menit 72, Reza dilanggar pemain bertahan tuan rumah. Ia pun harus digotong keluar lapangan untuk mendapatkan perawatan.
Pertandingan menjurus keras. Pemain kedua tim saling memperagakan permainan cepat yang mengharuskan pemain selalu beradu fisik. Hasilnya kartu kuning pun banyak dikeluarkan oleh wasit.
Pada menit ke-79, gelandang tuan rumah Kim Sang Duk mengancam gawang Real. Beruntung kiper Santoso masih dapat memblok tendangan kerasnya.
Satu menit kemudian, striker Bandung FC membuat hattrick setelah berhasil menanduk bola ke gawang kosong Real. Skor berubah menjadi 5-2 bagi tuan rumah.
Menit 88, Soler memperoleh peluang mencetak gol melalui tendangan bebas dari sisi kanan pertahanan Bandung FC. Tapi tendangannya masih dapat ditepis kiper Kurnia Sandi.
Di menit-menit terakhir, Soler lagi-lagi memperoleh peluang melalui tendangan bebas di dalam kotak penalti. Akhirnya, Soler mampu memperkecil kekalahan menjadi 5-3 setelah dia mampu memanfaatkan umpan Christian Febre menjadi gol.
Hingga akhir pertandingan, skor bertahan 5-3 bagi tim tuan rumah Bandung FC.
Dengan kemenangan tersebut, posisi Bandung FC terdongkrak yang sebelumnya menempati urutan ke-17 di klasemen Liga Primer Indonesia menjadi urutan ke-16. Sedangkan bagi Real Mataram, kekalahan ini semakin memperburuk catatan kekalahan mereka, hingga pertandingan ke-15 berjalan, Real Mataram tercatat kalah sebanyak 8 kali dan menempati posisi ke-15 klasemen dengan mengumpulkan 13 poin. Real Mataram terakhir menang ketika melawan Batavia Union pada 17 April 2011 yang lalu.